Faktor Penghambat Kurikulum Berbasis Cinta Di Madrasah Ibtidaiyah

Authors

  • Keisha Elvaretta Ardiansyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author
  • Selia Seftiani Putri Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author
  • Ahmad Zainuri Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author
  • Frika Fatimah Zahra Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.65094/g94q8h68

Keywords:

Kurikulum berbasis cinta, madrasah ibtidaiyah, hambatan implementasi, Pendidikan Karakter

Abstract

Kurikulum Berbasis Kasih Sayang adalah pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang menekankan pembentukan karakter siswa melalui pemberian nilai-nilai seperti kasih sayang, empati, dan spiritualitas. Meskipun konsep ini sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yang manusiawi dan menyeluruh, penerapannya di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih menghadapi banyak hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama hambatan dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kasih Sayang dengan melihat hasil dari beberapa MI di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kurangnya pemahaman guru, beban kerja administratif yang berat, minimnya tersedianya modul dan pelatihan resmi, serta pola pembelajaran yang masih memprioritaskan aspek kognitif. Selain itu, faktor sosial dan budaya, seperti harapan masyarakat terhadap prestasi akademik, juga memengaruhi efektivitas penerapan kurikulum ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya dukungan dari lembaga, peningkatan kemampuan guru, serta perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan agar Kurikulum Berbasis Kasih Sayang dapat diterapkan dengan baik di tingkat pendidikan dasar Islam.

Downloads

Published

2025-11-27